Jaejoong POV
Ada apa dengan gadis itu? Kenapa selalu menghindariku dan selalu menghilang dipagi hari dan pulang larut malam? Tidak menyentuh sarapan, tidak pernah memulai percakapan, cuma anggukan dan gelengan yang dilakukannya. Apa dia bisu? Tsk~
Atau apa dia menyembunyikan sesuatu? Apa dia. . . .
KLEK
Itu dia, , tsk~ gadis yang sangat baik. . .pulang pukul 2 pagi? Apa dia gila ? Bagaimana kalau terjadi sesuatu terhadapnya? Bagaimana kalau seseorang mengganggunya dijalan dan memperkosanya? Itu sangat merepotkanku. Bagaimanapun dia istriku dimata hukum.
Lihat dia, , dia bahkan tidak menghiraukan ku yang berdiri disini dan malah masuk kekamar tanpa mengucapkan maaf. Jangankan maaf, satu huruf pun tidak ada keluar dari mulutnya.
Jaejoong POV END
Jessica masuk kekamar tanpa menyapa bahkan melirik Jaejoong yang berdiri disamping sofa diruang tamu. Dia masuk dan langsung mandi serta mengganti pakaiannya dengan piyama lalu tidur.
Jaejoong yang masuk kekamar beberapa menit kemudian hanya menggeleng melihat perubahan Jessica semenjak hari itu.
Jaejoong merebahkan tubuhnya disamping Jessica dan menatap langit langit kamar mereka lama hingga akhirnya tertidur pulas.
. . . . . .
Jaejoong terbangun saat jam waker nya berbunyi,, Jessica telah raib dari tempat tidur.
Itulah yang terjadi beberapa minggu terakhir. Seperti ada perang dingin diantara mereka yang Jaejoong tidak tahu penyebabnya.
. . . . . . . .
“kita butuh bicara berdua. . .”ucap Jaejoong menarik tangan Jessica menuju mobilnya.
Tidak seperti biasa, Jaejoong menghampiri Jessica dikampusnya dan menarik paksa gadis itu agar ikut dengannya.
Semua mahasiswi dan mahasiswa yang melihat itu hanya tercengang melihat Jaejoong yang diketahui adalah kakak Jessica menarik adiknya kasar.
“tidak ada yang perlu dibicarakan” jawab Jessica datar dan berencana keluar dari mobil Jaejoong, namun keberuntungan sedang tidak berpihak dengannya, semua pintu telah dikunci Jaejoong.
“ada apa denganmu? Beberapa minggu yang lalu kau baik baik saja, dan kenapa sekarang kau seperti ini? Apa kau menyembunyikan sesuatu ha? ?
“tidak.”
“bohong! Kau pasti menyembunyikan sesuatu. .
“aku bilang tidak!”
“Jung Sooyeon, kau jangan berbuat macam macam denganku, aku tidak segan segan kasar denganmu. . .
“aku tidak takut denganmu. . .
“JADI KAU MAU APA? ? CERAI?” Teriak Jaejoong membuat mata Jessica terbelalak kaget.
Cerai. Kata yang ditakutinya saat ini,, dia tidak ingin mengecewakan orangtuanya.
PLAKK
Tangan Jessica tiba tiba mengayun kepipi Jaejoong dan membuatnya memerah.
Jaejoong terkejut dan memandang Jessica marah sebelum tangannya mencengkram lengan Jessica.
“APA YANG KAU LAKUKAN? ?”teriaknya
“A..A. .aku. . .
“APA KAU TAHU APA YANG KAU LAKUKAN??
Jaejoong sangat marah dan cengkramannya dilengan Jessica semakin kuat. Jessica menahan perih dilengannya yang membiru, beruntung ia mengenakan kaos panjang sehingga menutupi lengannya.
Jaejoong mengangkat tangan kanannya tampak ingin meninju Jessica, Jessica menutup matanya seolah pasrah menerima semuanya.
Detik detik berlalu tanpa terjadi apa apa,, Jessica membuka matanya dan memandang wajah Jaejoong yang berjarak hanya beberapa senti dari wajahnya.
“maafkan aku. . .”ucap Jaejoong dan melepas tangannya dari lengan Jessica.
Jessica POV
“maafkan aku. . “ucapnya menghentikan cengkraman pedih dilengan ku.
Ini bukan salah mu Jaejoong, aku yang salah. . Aku yang salah karena marah tanpa sebab dengan mu, maafkan aku.
Jessica POV END
Jaejoong membuka pintu mobilnya dan menyuruh Jessica turun.
“keluarlah. . . “ucapnya pelan.
Jessica keluar dari dalam mobil Jaejoong dan menuju tempat mobil miliknya terparkir.
. . . . . . . . . . .
Setelah kejadian siang itu, Jaejoong tidak pulang hingga larut malam. Jessica berkali kali mencoba menghubunginya namun tidak aktif.
Jessica juga menghubungi Hwayoung namun tidak diangkat.
Keesokan harinya tepat pukul 7 pagi Jaejoong muncul dalam keadaan mabuk dan membawa seorang wanita didekapannya. Dengan santai ia masuk dengan wanita tersebut kedalam kamar. Jessica yang sedang mengoles selai diroti miliknya menatap Jaejoong tidak percaya.
Jessica berlari kearah kamar dan membuka pintu kamar dengan kasar. Jaejoong dan wanita tersebut sedang terlelap diatas kasur langsung terlonjak kaget.
“PELACUR MANA YANG KAU BAWA KALI INI?” Teriak Jessica sambil menangis.
“itu bukan urusanmu anak kecil. . .”ucap Jaejoong santai dan melanjutkan tidurnya.
“AKU BUKAN ANAK KECIL, AKU ISTRIMU BANGSAT!!”
Jessica terisak dan menarik Jaejoong berdiri.
“CERAIKAN AKU. . .
“tidak. .
“CERAIKAN AKU. .
“TIDAK. . .
“CERA– BRAKK. .
Jaejoong mendorong Jessica kedinding hingga badannya terbentur keras, tidak hanya itu, Jaejoong juga membungkam mulut Jessica dengan ciumannya yang kasar.
Sementara wanita yang dibawa Jaejoong tadi telah kabur meninggalkan pasangan itu.
. . . . . . . .
Jaejoong menciumi leher Jessica hingga meninggalkan tanda merah menyala. Jessica meringis berusaha melepaskan diri, namun tenaga Jaejoong sangat kuat menahannya agar tidak lolos.
“hen.tikan.bang.sat…
Jaejoong menatap wajah Jessica sebelum bibirnya kembali bermain dibibir tipis milik Jessica.
“your lips so addictive like drugs. . .”ucap Jaejoong dan kembali melumat bibir Jessica.
. . . . . . .
Jaejoong terlelap diranjang milik mereka dalam keadaan setengah telanjang, sementara Jessica terisak didalam selimut menyesali apa yang telah terjadi.
Tubuhnya perih dan sulit untuk digerakkan, daerah kewanitaannya terasa terkoyak dan nyeri. Hanya selimut yang menutupi tubuhnya yang polos.
. . . . . . . . . .
“aku berangkat. . .”ucap Jessica kepada Jaejoong hari berikutnya.
“hem,, hati hati. . .
Tampak mereka tidak mengungkit kejadian semalam dan melewati hari seperti sedia kala.
. . . . . .
Jaejoong POV
Aku dan Jessica duduk diruangan keluarga menonton TV dengan ditemani popcorn dan dua can soft drink, tidak ada yang memulai pembicaraan diantara kami,,
“Jess. . .”panggilku berencana ingin memulai pembicaraan diantara kami dan memegang lengannya.
Namun bukan jawaban yang aku peroleh, melainkan erangan seperti kesakitan dirasakannya.
“ada apa?”tanyaku kembali memegang lengannya.
Apa ada yang salah dengan lengannya? Namun dia menggeleng. Dengan rasa penasaran, aku menyikap lengan bajunya. Yang benar saja! Lengan Jessica biru dan memar. Siapa yang telah melakukan ini padanya?
“SIAPA YANG TELAH ME–”
“aku tidak apa apa”ucapnya memotong teriakanku
otomatis aku membelalak memandangnya tidak percaya.
“Jessica. . .sebenarnya apa yang terjadi??
Jessica POV
“Jessica. . .sebenarnya apa yang terjadi??”tanya Jaejoong masih memandang memar dilenganku.
Apa dia lupa? ? Apa dia tidak mengingat apa yang dia lakukan kemarin?
“apa ini karenaku? ?”ucapnya tiba tiba membuatku terkaget.
“bukan” jawabku pendek.
Oh, kenapa aku berbohong.. Ini memang dia yang berbuat.
“kau tidak berbohong bukan? ?
Aku menggeleng dan berusaha melepaskan tanganku yang ternyata dari tadi digenggamnya.
“aku akan membantumu mengompres nya agar memarnya cepat hilang oke?”tanya nya.
Aku mengangguk dan dia berjalan menuju dapur mengambil air hangat serta handuk kecil. Aku menyukai ketulusan yang tadi terpancar dimatanya. Aku tidak tahu apa itu nyata atau hanya perasaan ibanya kepadaku, atau mungkin rasa tanggung jawab karena aku ini istrinya.
Dia berjalan membawa mangkuk kecil dan kembali duduk disampingku, dan mulai mengompres lenganku. Pelan, sangat pelan,, aku tidak tahu dia memiliki sisi lembut seperti ini.
Aku memandanginya, memandangi tangannya yang cekatan mengompres lenganku.
“kurasa sudah cukup. . .”ucapku pelan.
“hem? ?
Dia menghentikan pekerjaannya dan memandangku. Kami berpandangan lama sampai akhirnya aku merasakan bibirnya menempel dibibirku.
Kami berciuman. Aku menutup mata perlahan. Bibirnya begitu lembut dan gentle menciumi bibirku. Tanpa sadar aku meletakkan tanganku kepundaknya dan bermain dengan rambutnya yang lembut. Sementara tangannya melingkar dipinggangku.
Lidahnya bermain menggelitik lidahku, sangat manis dan lembut.
Perutku serasa bergejolak,, ada perasaan aneh menyelinap dihatiku,, Jaejoong mulai mengusap punggungku dan mencari jalan untuk berjalan masuk kebalik kaos yang kupakai.
Saat tangan hangatnya menyentuh kulitku, aku merasakan kehangatan aneh yang menjalar dihatiku, aku merasakan kenyamanan saat ia menyentuhku. Apa ini cinta? Apa aku merasakan adanya kata cinta disetiap sentuhan sentuhan intim yang dibuatnya?
Perlahan ciuman Jaejoong turun keleherku. Aku merasakan tangannya naik hingga menyentuh pengait bra ku, namun ia tidak membukannya, melainkan hanya bermain dan mengelusnya.
Setelah beberapa menit berlangsung, Jaejoong berhenti dan kembali menatapku.
“sudah malam, lebih baik kita tidur”ucapnya dan mengecup keningku.
Lalu kami berjalan beriringan menuju kamar kami dan tidur tanpa terjadi apa-apa.
……………………
Aku terbangun merasakan ada seseorang yang mendekapku dalam pelukannya. Ini kali pertamanya dia memelukku saat tidur. Hangat nafasnya terasa berhembus.
Aku menyukai posisi kami saat ini, sangat nyaman dan hangat. Tangannya memelukku erat.
Ternyata hidup berumah tangga sangat menyenangkan, aku tidak menyesal melepas masa remajaku kalau akhirnya aku bisa merasakan kenyamanan seperti ini.
. . . . . . . . . . .
“oppa. . . Jaejoong oppa. . .”teriak Taeyeon tiba tiba saat aku dan dirinya pergi menonton film IAM di bioskop.
Dan kami tanpa sengaja bertemu Jaejoong dengan seorang wanita yang tidak aku kenal, bukan Hwayoung bukan juga wanita pagi itu.
Jaejoong berjalan menghampiri kami karena Taeyeon memanggilnya.
“oh. .Tae. . Jess. . .ada apa kalian kemari?”tanya nya dan memandangku dari ujung kaki hingga ujung rambut.
Aku merasa risih ditatap seperti itu olehnya, seakan loosen blouse dan rok selutut yang aku gunakan raib.
“kami ingin menonton oppa. . . Oppa sendiri, ? Pasti mau kencan bukan? ?”ucap Taeyeon
Jaejoong tertawa kecil lalu tersenyum.
“oh ia, ini Yuri,,, Yuri ini Jessica dan Taeyeon. . .”ucapnya memperkenalkan aku dan Tae.
“oh, bangapta, , hm, yang mana adikmu Jae. . .”tanya gadis itu.
“yang pirang. . . “ucap Jaejoong kembali memperhatikanku dari atas kebawah.
“Jessica?”tanya gadis itu.
“ne. . .”ucapku sedikit membungkuk.
Gadis itu tersenyum.
“adikmu sungguh cantik Jae, , sahabatnya juga. . .”ucapnya basa basi.
“gomapseumnida. . .”ucapku dan Tae serempak, membuat gadis itu terkikik.
“Jessica, oppa ingin bicara berdua, bisa?”tanya Jaejoong tiba tiba.
“ne-
aku mengikuti Jaejoong dari belakang, dia berjalan kesudut lumayan sepi.
“lihat pakaianmu. . .”ucapnya saat aku berdiri didepannya.
“memang kenapa?”
“apa harus kau memakai rok mini dan baju setengah telanjang seperti itu? Ingat, kau ini tidak lagi remaja ingusan..
“baju setengah telanjang? ? Apa maksudmu?
“ia!! Kau bahkan memamerkan pundakkmu serta tali bra mu itu,,
“ini fashion!!
“aku tidak peduli,, mulai besok kau tidak boleh memakai pakaian ini, atau. .
“atau apa?
“atau aku akan mengoyak ngoyakan baju mu itu didepan umum. .
“apa? ? Jangan kekanakkanakan. . .”ucapku dan berjalan meninggalkannya, namun tanganku ditahan.
“ada apa lagi? ?
“kau mengerti? ?”tanya nya.
“ia. . Aku mengerti. . “
Jaejoong lalu melepaskan tangannya dan membiarkanku berjalan menjauh.
. . . . .
“kenapa kau baru pulang? “tanya Jaejoong saat aku baru melangkah di apartemen kami.
Ada apa dengannya? Kenapa dia begitu berubah dan ikut campur dalam urusan urusanku? Apa dia lupa perjanjian kami? Dan kenapa dia!! Di suatu waktu sangat hangat, diwaktu lain sangat over!
“mian, tadi Umma Tae mengajakku makan malam dirumah mereka. . .”ucapku dan berjalan menuju kamar.
Dan tebak apa? Dia kembali menahan tanganku.
“ada apa lagi? Aku capek. . .”
“CAPEK? ?”teriaknya dan menarik tanganku lalu menghempaskanku terduduk disofa.
“apa mau mu? Kenapa kau menjadi begini? Apa aku ada salah terhadapmu? Apa aku pernah mencampuri urusanmu seperti kau mencampuri urusanku? Apa aku pernah melarangmu ini itu? Ha? Apa aku pernah melarangmu terlambat pulang? ? Tidak Kim Jaejoong, tidak pernah. . .”ucapku terisak.
Aku sudah capek diperlakukan seperti ini, apa salah aku marah?? Aku tidak mau kami bertengkar, aku tidak mau, tapi. . .tapi dia yang memulai, , dia melanggar janji untuk tidak mengikutcampurkan urusanku dalam urusannya.
“sudah puas? ?”ucapnya sinis “sudah puas semuanya Jung Jessica?
Aku menangis sesegukan, baru kali ini aku menangis hingga mataku terasa letih.
“mulai besok, tidak ada lagi peraturan konyol itu, kau dan aku akan hidup normal sebagai suami istri, kau akan pindah kuliah kekampusku mulai minggu depan..”ucapnya berjalan keluar apartemen meninggalkanku.
. . . . . . .
Aku terbangun keesokan harinya dengan mata sembab dan tenggorokan kering.
Kubuka mataku, ternyata aku dihadapkan oleh wajah Jaejoong yang tampak memperhatikanku. Apa dia sudah lama memperhatikanku tidur?
“good morning. . .”ucapnya lalu mengecup bibirku sekilas, lalu keningku.
Aku tidak membalas sapaan nya serta morning kiss yang diberikannya. Mungkin aku masih kesal dengannya.
“ini akan menjadi rutinitas kita kedepan.. Aku akan menyambut istriku setiap pagi dengan sebuah kecupan. . “ucapnya manis dan menyeka poni yang menutupi sebagian mataku.
“Jaejoong-ssi . . . .
“sst- Jaejoong oppa. . .ucapnya meletakkan jarinya kebibirku.
“kau harus memanggilku oppa mulai hari ini, oke?
Aku mengangguk.
“bagus,, kau mandilah aegiya,,, aku akan memasak nasi goreng kimchi kesukaanmu”tambahnya dan mengetuk puncak hidungku dengan telunjuknya.
. . . . . . . . .
“ini istriku Jessica. . “ucapku memperkenal kan Jessica kepada Yoochun, Changmin dan Junsu sahabatku.
Mulai hari ini Jessica akan berkuliah di Seoul University, universitas yang sama denganku.
“JINJA? ?”ucap Changmin tidak percaya. “bukankah kau masih berhubungan deng–
aku menginjak kaki Changmin agar dia diam.
“Jessica imnida. . .”ucapnya gugup dan membungkuk kepada sahabat sahabatku.
“tidak perlu terlalu sopan Jessica. . .”ucap Yoochun dengan tatapan mautnya.
“n-ne. . .
Aku merangkul Jessica dan membuatnya sedikit kaget.
Haha.. Thats so cute my aegy. .
“aku akan mengantar Jessica kekelas, kalian tunggu aku oke?”
“beres hyung. . .
. . . . . . . . . .
“bagaimana kuliahmu hari ini? ?”tanya Jaejoong malam itu saat kami duduk dibalkon apartemen.
“nothing special”ucapku pelan.
Jaejoong membelai rambutku dan membuat kepalaku menyandar dibahunya.
“kau tahu Jessica ?
“hm?
“teman temanku tidak percaya kita telah menikah..
Aku hanya tersenyum kecil mendengarnya mulai bercerita tentang teman temannya, tentang kampus, tentang kami dan tentang semua anggapannya tentangku. Aku tidak tahu apakah kami akan menjalani pernikahan seperti ini selamanya. Apa dia tidak akan menyakitiku nanti? Apakah aku tidak akan mengecewakannya.
Aku harap ini bukan mimpi,, aku Jessica Jung telah memiliki hidup yang hampir sempurna, sempurna karena memiliki suami sepertinya.




