27th FF/White Lies/PG/Part 2


Jaejoong POV

Ada apa dengan gadis itu? Kenapa selalu menghindariku dan selalu menghilang dipagi hari dan pulang larut malam? Tidak menyentuh sarapan, tidak pernah memulai percakapan, cuma anggukan dan gelengan yang dilakukannya. Apa dia bisu? Tsk~

Atau apa dia menyembunyikan sesuatu? Apa dia. . . .

KLEK

Itu dia, , tsk~ gadis yang sangat baik. . .pulang pukul 2 pagi? Apa dia gila ? Bagaimana kalau terjadi sesuatu terhadapnya? Bagaimana kalau seseorang mengganggunya dijalan dan memperkosanya? Itu sangat merepotkanku. Bagaimanapun dia istriku dimata hukum.

Lihat dia, , dia bahkan tidak menghiraukan ku yang berdiri disini dan malah masuk kekamar tanpa mengucapkan maaf. Jangankan maaf, satu huruf pun tidak ada keluar dari mulutnya.

Jaejoong POV END

Jessica masuk kekamar tanpa menyapa bahkan melirik Jaejoong yang berdiri disamping sofa diruang tamu. Dia masuk dan langsung mandi serta mengganti pakaiannya dengan piyama lalu tidur.

Jaejoong yang masuk kekamar beberapa menit kemudian hanya menggeleng melihat perubahan Jessica semenjak hari itu.

Jaejoong merebahkan tubuhnya disamping Jessica dan menatap langit langit kamar mereka lama hingga akhirnya tertidur pulas.

. . . . . .

Jaejoong terbangun saat jam waker nya berbunyi,, Jessica telah raib dari tempat tidur.

Itulah yang terjadi beberapa minggu terakhir. Seperti ada perang dingin diantara mereka yang Jaejoong tidak tahu penyebabnya.

. . . . . . . .

“kita butuh bicara berdua. . .”ucap Jaejoong menarik tangan Jessica menuju mobilnya.

Tidak seperti biasa, Jaejoong menghampiri Jessica dikampusnya dan menarik paksa gadis itu agar ikut dengannya.

Semua mahasiswi dan mahasiswa yang melihat itu hanya tercengang melihat Jaejoong yang diketahui adalah kakak Jessica menarik adiknya kasar.

“tidak ada yang perlu dibicarakan” jawab Jessica datar dan berencana keluar dari mobil Jaejoong, namun keberuntungan sedang tidak berpihak dengannya, semua pintu telah dikunci Jaejoong.

“ada apa denganmu? Beberapa minggu yang lalu kau baik baik saja, dan kenapa sekarang kau seperti ini? Apa kau menyembunyikan sesuatu ha? ?

“tidak.”

“bohong! Kau pasti menyembunyikan sesuatu. .

“aku bilang tidak!”

“Jung Sooyeon, kau jangan berbuat macam macam denganku, aku tidak segan segan kasar denganmu. . .

“aku tidak takut denganmu. . .

“JADI KAU MAU APA? ? CERAI?” Teriak Jaejoong membuat mata Jessica terbelalak kaget.

Cerai. Kata yang ditakutinya saat ini,, dia tidak ingin mengecewakan orangtuanya.

PLAKK

Tangan Jessica tiba tiba mengayun kepipi Jaejoong dan membuatnya memerah.

Jaejoong terkejut dan memandang Jessica marah sebelum tangannya mencengkram lengan Jessica.

“APA YANG KAU LAKUKAN? ?”teriaknya

“A..A. .aku. . .

“APA KAU TAHU APA YANG KAU LAKUKAN??

Jaejoong sangat marah dan cengkramannya dilengan Jessica semakin kuat. Jessica menahan perih dilengannya yang membiru, beruntung ia mengenakan kaos panjang sehingga menutupi lengannya.

Jaejoong mengangkat tangan kanannya tampak ingin meninju Jessica, Jessica menutup matanya seolah pasrah menerima semuanya.

Detik detik berlalu tanpa terjadi apa apa,, Jessica membuka matanya dan memandang wajah Jaejoong yang berjarak hanya beberapa senti dari wajahnya.

“maafkan aku. . .”ucap Jaejoong dan melepas tangannya dari lengan Jessica.

Jessica POV

“maafkan aku. . “ucapnya menghentikan cengkraman pedih dilengan ku.

Ini bukan salah mu Jaejoong, aku yang salah. . Aku yang salah karena marah tanpa sebab dengan mu, maafkan aku.

Jessica POV END

Jaejoong membuka pintu mobilnya dan menyuruh Jessica turun.

“keluarlah. . . “ucapnya pelan.

Jessica keluar dari dalam mobil Jaejoong dan menuju tempat mobil miliknya terparkir.

. . . . . . . . . . .
Setelah kejadian siang itu, Jaejoong tidak pulang hingga larut malam. Jessica berkali kali mencoba menghubunginya namun tidak aktif.

Jessica juga menghubungi Hwayoung namun tidak diangkat.

Keesokan harinya tepat pukul 7 pagi Jaejoong muncul dalam keadaan mabuk dan membawa seorang wanita didekapannya. Dengan santai ia masuk dengan wanita tersebut kedalam kamar. Jessica yang sedang mengoles selai diroti miliknya menatap Jaejoong tidak percaya.

Jessica berlari kearah kamar dan membuka pintu kamar dengan kasar. Jaejoong dan wanita tersebut sedang terlelap diatas kasur langsung terlonjak kaget.

“PELACUR MANA YANG KAU BAWA KALI INI?” Teriak Jessica sambil menangis.

“itu bukan urusanmu anak kecil. . .”ucap Jaejoong santai dan melanjutkan tidurnya.

“AKU BUKAN ANAK KECIL, AKU ISTRIMU BANGSAT!!”

Jessica terisak dan menarik Jaejoong berdiri.

“CERAIKAN AKU. . .

“tidak. .

“CERAIKAN AKU. .

“TIDAK. . .

“CERA– BRAKK. .

Jaejoong mendorong Jessica kedinding hingga badannya terbentur keras, tidak hanya itu, Jaejoong juga membungkam mulut Jessica dengan ciumannya yang kasar.

Sementara wanita yang dibawa Jaejoong tadi telah kabur meninggalkan pasangan itu.

. . . . . . . .

Jaejoong menciumi leher Jessica hingga meninggalkan tanda merah menyala. Jessica meringis berusaha melepaskan diri, namun tenaga Jaejoong sangat kuat menahannya agar tidak lolos.

“hen.tikan.bang.sat…

Jaejoong menatap wajah Jessica sebelum bibirnya kembali bermain dibibir tipis milik Jessica.

“your lips so addictive like drugs. . .”ucap Jaejoong dan kembali melumat bibir Jessica.

. . . . . . .
Jaejoong terlelap diranjang milik mereka dalam keadaan setengah telanjang, sementara Jessica terisak didalam selimut menyesali apa yang telah terjadi.

Tubuhnya perih dan sulit untuk digerakkan, daerah kewanitaannya terasa terkoyak dan nyeri. Hanya selimut yang menutupi tubuhnya yang polos.

. . . . . . . . . .
“aku berangkat. . .”ucap Jessica kepada Jaejoong hari berikutnya.

“hem,, hati hati. . .

Tampak mereka tidak mengungkit kejadian semalam dan melewati hari seperti sedia kala.

. . . . . .

Jaejoong POV

Aku dan Jessica duduk diruangan keluarga menonton TV dengan ditemani popcorn dan dua can soft drink, tidak ada yang memulai pembicaraan diantara kami,,

“Jess. . .”panggilku berencana ingin memulai pembicaraan diantara kami dan memegang lengannya.

Namun bukan jawaban yang aku peroleh, melainkan erangan seperti kesakitan dirasakannya.

“ada apa?”tanyaku kembali memegang lengannya.

Apa ada yang salah dengan lengannya? Namun dia menggeleng. Dengan rasa penasaran, aku menyikap lengan bajunya. Yang benar saja! Lengan Jessica biru dan memar. Siapa yang telah melakukan ini padanya?

“SIAPA YANG TELAH ME–”

“aku tidak apa apa”ucapnya memotong teriakanku

otomatis aku membelalak memandangnya tidak percaya.

“Jessica. . .sebenarnya apa yang terjadi??

Jessica POV

“Jessica. . .sebenarnya apa yang terjadi??”tanya Jaejoong masih memandang memar dilenganku.

Apa dia lupa? ? Apa dia tidak mengingat apa yang dia lakukan kemarin?

“apa ini karenaku? ?”ucapnya tiba tiba membuatku terkaget.

“bukan” jawabku pendek.

Oh, kenapa aku berbohong.. Ini memang dia yang berbuat.

“kau tidak berbohong bukan? ?

Aku menggeleng dan berusaha melepaskan tanganku yang ternyata dari tadi digenggamnya.

“aku akan membantumu mengompres nya agar memarnya cepat hilang oke?”tanya nya.

Aku mengangguk dan dia berjalan menuju dapur mengambil air hangat serta handuk kecil. Aku menyukai ketulusan yang tadi terpancar dimatanya. Aku tidak tahu apa itu nyata atau hanya perasaan ibanya kepadaku, atau mungkin rasa tanggung jawab karena aku ini istrinya.

Dia berjalan membawa mangkuk kecil dan kembali duduk disampingku, dan mulai mengompres lenganku. Pelan, sangat pelan,, aku tidak tahu dia memiliki sisi lembut seperti ini.

Aku memandanginya, memandangi tangannya yang cekatan mengompres lenganku.

“kurasa sudah cukup. . .”ucapku pelan.

“hem? ?

Dia menghentikan pekerjaannya dan memandangku. Kami berpandangan lama sampai akhirnya aku merasakan bibirnya menempel dibibirku.

Kami berciuman. Aku menutup mata perlahan. Bibirnya begitu lembut dan gentle menciumi bibirku. Tanpa sadar aku meletakkan tanganku kepundaknya dan bermain dengan rambutnya yang lembut. Sementara tangannya melingkar dipinggangku.

Lidahnya bermain menggelitik lidahku, sangat manis dan lembut.

Perutku serasa bergejolak,, ada perasaan aneh menyelinap dihatiku,, Jaejoong mulai mengusap punggungku dan mencari jalan untuk berjalan masuk kebalik kaos yang kupakai.

Saat tangan hangatnya menyentuh kulitku, aku merasakan kehangatan aneh yang menjalar dihatiku, aku merasakan kenyamanan saat ia menyentuhku. Apa ini cinta? Apa aku merasakan adanya kata cinta disetiap sentuhan sentuhan intim yang dibuatnya?

Perlahan ciuman Jaejoong turun keleherku. Aku merasakan tangannya naik hingga menyentuh pengait bra ku, namun ia tidak membukannya, melainkan hanya bermain dan mengelusnya.

Setelah beberapa menit berlangsung, Jaejoong berhenti dan kembali menatapku.

“sudah malam, lebih baik kita tidur”ucapnya dan mengecup keningku.

Lalu kami berjalan beriringan menuju kamar kami dan tidur tanpa terjadi apa-apa.

……………………

Aku terbangun merasakan ada seseorang yang mendekapku dalam pelukannya. Ini kali pertamanya dia memelukku saat tidur. Hangat nafasnya terasa berhembus.

Aku menyukai posisi kami saat ini, sangat nyaman dan hangat. Tangannya memelukku erat.

Ternyata hidup berumah tangga sangat menyenangkan, aku tidak menyesal melepas masa remajaku kalau akhirnya aku bisa merasakan kenyamanan seperti ini.

. . . . . . . . . . .

“oppa. . . Jaejoong oppa. . .”teriak Taeyeon tiba tiba saat aku dan dirinya pergi menonton film IAM di bioskop.

Dan kami tanpa sengaja bertemu Jaejoong dengan seorang wanita yang tidak aku kenal, bukan Hwayoung bukan juga wanita pagi itu.

Jaejoong berjalan menghampiri kami karena Taeyeon memanggilnya.

“oh. .Tae. . Jess. . .ada apa kalian kemari?”tanya nya dan memandangku dari ujung kaki hingga ujung rambut.

Aku merasa risih ditatap seperti itu olehnya, seakan loosen blouse dan rok selutut yang aku gunakan raib.

“kami ingin menonton oppa. . . Oppa sendiri, ? Pasti mau kencan bukan? ?”ucap Taeyeon

Jaejoong tertawa kecil lalu tersenyum.

“oh ia, ini Yuri,,, Yuri ini Jessica dan Taeyeon. . .”ucapnya memperkenalkan aku dan Tae.

“oh, bangapta, , hm, yang mana adikmu Jae. . .”tanya gadis itu.

“yang pirang. . . “ucap Jaejoong kembali memperhatikanku dari atas kebawah.

“Jessica?”tanya gadis itu.

“ne. . .”ucapku sedikit membungkuk.

Gadis itu tersenyum.

“adikmu sungguh cantik Jae, , sahabatnya juga. . .”ucapnya basa basi.

“gomapseumnida. . .”ucapku dan Tae serempak, membuat gadis itu terkikik.

“Jessica, oppa ingin bicara berdua, bisa?”tanya Jaejoong tiba tiba.

“ne-

aku mengikuti Jaejoong dari belakang, dia berjalan kesudut lumayan sepi.

“lihat pakaianmu. . .”ucapnya saat aku berdiri didepannya.

“memang kenapa?”

“apa harus kau memakai rok mini dan baju setengah telanjang seperti itu? Ingat, kau ini tidak lagi remaja ingusan..

“baju setengah telanjang? ? Apa maksudmu?

“ia!! Kau bahkan memamerkan pundakkmu serta tali bra mu itu,,

“ini fashion!!

“aku tidak peduli,, mulai besok kau tidak boleh memakai pakaian ini, atau. .

“atau apa?

“atau aku akan mengoyak ngoyakan baju mu itu didepan umum. .

“apa? ? Jangan kekanakkanakan. . .”ucapku dan berjalan meninggalkannya, namun tanganku ditahan.

“ada apa lagi? ?

“kau mengerti? ?”tanya nya.

“ia. . Aku mengerti. . “

Jaejoong lalu melepaskan tangannya dan membiarkanku berjalan menjauh.

. . . . .

“kenapa kau baru pulang? “tanya Jaejoong saat aku baru melangkah di apartemen kami.

Ada apa dengannya? Kenapa dia begitu berubah dan ikut campur dalam urusan urusanku? Apa dia lupa perjanjian kami? Dan kenapa dia!! Di suatu waktu sangat hangat, diwaktu lain sangat over!

“mian, tadi Umma Tae mengajakku makan malam dirumah mereka. . .”ucapku dan berjalan menuju kamar.

Dan tebak apa? Dia kembali menahan tanganku.

“ada apa lagi? Aku capek. . .”

“CAPEK? ?”teriaknya dan menarik tanganku lalu menghempaskanku terduduk disofa.

“apa mau mu? Kenapa kau menjadi begini? Apa aku ada salah terhadapmu?  Apa aku pernah mencampuri urusanmu seperti kau mencampuri urusanku? Apa aku pernah melarangmu ini itu? Ha? Apa aku pernah melarangmu terlambat pulang? ? Tidak Kim Jaejoong, tidak pernah. . .”ucapku terisak.

Aku sudah capek diperlakukan seperti ini, apa salah aku marah?? Aku tidak mau kami bertengkar, aku tidak mau, tapi. . .tapi dia yang memulai, , dia melanggar janji untuk tidak mengikutcampurkan urusanku dalam urusannya.

“sudah puas? ?”ucapnya sinis “sudah puas semuanya Jung Jessica?

Aku menangis sesegukan, baru kali ini aku menangis hingga mataku terasa letih.

“mulai besok, tidak ada lagi peraturan konyol itu, kau dan aku akan hidup normal sebagai suami istri, kau akan pindah kuliah kekampusku mulai minggu depan..”ucapnya berjalan keluar apartemen meninggalkanku.

. . . . . . .

Aku terbangun keesokan harinya dengan mata sembab dan tenggorokan kering.

Kubuka mataku, ternyata aku dihadapkan oleh wajah Jaejoong yang tampak memperhatikanku. Apa dia sudah lama memperhatikanku tidur?

“good morning. . .”ucapnya lalu mengecup bibirku sekilas, lalu keningku.

Aku tidak membalas sapaan nya serta morning kiss yang diberikannya. Mungkin aku masih kesal dengannya.

“ini akan menjadi rutinitas kita kedepan.. Aku akan menyambut istriku setiap pagi dengan sebuah kecupan. . “ucapnya manis dan menyeka poni yang menutupi sebagian mataku.

“Jaejoong-ssi . . . .

“sst- Jaejoong oppa. . .ucapnya meletakkan jarinya kebibirku.

“kau harus memanggilku oppa mulai hari ini, oke?

Aku mengangguk.

“bagus,, kau mandilah aegiya,,, aku akan memasak nasi goreng kimchi kesukaanmu”tambahnya dan mengetuk puncak hidungku dengan telunjuknya.

. . . . . . . . .

“ini istriku Jessica. . “ucapku memperkenal kan Jessica kepada Yoochun, Changmin dan Junsu sahabatku.

Mulai hari ini Jessica akan berkuliah di Seoul University, universitas yang sama denganku.

“JINJA? ?”ucap Changmin tidak percaya. “bukankah kau masih berhubungan deng–

aku menginjak kaki Changmin agar dia diam.

“Jessica imnida. . .”ucapnya gugup dan membungkuk kepada sahabat sahabatku.

“tidak perlu terlalu sopan Jessica. . .”ucap Yoochun dengan tatapan mautnya.

“n-ne. . .

Aku merangkul Jessica dan membuatnya sedikit kaget.

Haha.. Thats so cute my aegy. .

“aku akan mengantar Jessica kekelas, kalian tunggu aku oke?”

“beres hyung. . .

. . . . . . . . . .

“bagaimana kuliahmu hari ini? ?”tanya Jaejoong malam itu saat kami duduk dibalkon apartemen.

“nothing special”ucapku pelan.

Jaejoong membelai rambutku dan membuat kepalaku menyandar dibahunya.

“kau tahu Jessica ?

“hm?

“teman temanku tidak percaya kita telah menikah..

Aku hanya tersenyum kecil mendengarnya mulai bercerita tentang teman temannya, tentang kampus, tentang kami dan tentang semua anggapannya tentangku. Aku tidak tahu apakah kami akan menjalani pernikahan seperti ini selamanya. Apa dia tidak akan menyakitiku nanti? Apakah aku tidak akan mengecewakannya.

Aku harap ini bukan mimpi,, aku Jessica Jung telah memiliki hidup yang hampir sempurna, sempurna karena memiliki suami sepertinya.

23rd FF/Family Outing With Jaesica/PG/6-6


@ SNSD DORM
Girls Bring The boys Out
Girls Bring The boys Out…..
“yeoboseyooo” answered Jessica still in her dreamland
“hahahahahaha… annyeong…” someone said and make Jumping a little
she saw in her cellphone and frowned,
“n-nugu-seyo…
“Ya! its me.. Kim Jaejoong….. down earth sleephead…” Jaejoong said and chuckled
“eoo.. wae gureseyo?” she asked again still in her sleepy tone
“let’s grabbed lunch together like what we planned yesterday??

“plan?

“hey… amnesia girl….

“im not! y-yeah… s-sure…

“i’ll pick you in 12…

“What??? ” she peeked her alaram and for God shake 11 AM now

“Ok… seeyou…

PIP

“Kim– agh….

She hurried to take a bath and wore a pinkish minidress and flatshoe. she tied her hair to ponitail.

“eonnie…. wae you so hurry?” asked Seohyun when he running to searched her lost-parfume

“lunch….

“with?

“Jaejoong sunbaenim

“MWOYA?

“aiiiii~ you scare me magnae!

“is it true?

Jessica nodded and sprayed her parfume on her neck and body slightly.

Ting tong… ting tong

“i’ll open the door…” Seohyun said and stepped out.

a second later

“EONNIE HURRY UP.. JAE OPPA HERE~

……………………………………………………………………………………….
they entered the fancy restauran, and walked side by side awkwardly.

“what do you wanna eat?” Jaejoong asked when the waiters gave them the menu
“It’s your treat,, you choose it to me~” Jessica said in cold tone

“araseo araseo, wae you act like this huh?

“act like what?

“cold toward me. .

“im not,,

Jaejoong smiled and ordered the food, Jessica just stared on table with blank expression.

“hey… “Jaejoong called and touched Jessica’s hand.

She moved her hand and look at him.

“wae??
“ani~ just curious what did you thinking about. .

“not important. .

He laughed

“haha. . Dont being like this Jung sooyeon, what happening? Are you sleepy and still on your dreamland?,

“YA!!

He laugh again and her expression changed

“wanna making fun with me? Its not funny..

“Ya ya !. . . What happening? Are you not mood to met me?” he held her hand and caressed.

“just tellme Sooyeon-a. . We are friends right?

DEG!
‘yeah. . Friends. . But he was…. said.. He loves me when we sleep together in family outing. . Or. . It just my imagination ‘ she tought and closed her eyes for second

“j-just tired. . Im sorry..” she said and put her hand on her lap.

“no, its okay..
……………………………………………………………………….
After lunch Jaejoong drived to han river and walked with Jessica along.

“still remember with our family outing?” Jaejoong asked

“hm,, i miss sooro oppa” She said.

in fact, she missed the moment when they were slept together, and when she were hugged him.

“call me oppa again..” Jaejoong said and grabbed her arm made her stop from walking.

“wae? We arent relationship anymore,,
“no need a relationship for called me oppa like what you gave to sooro hyung, in fact i still love you, although we cant!

“yeah. . But i cant! Sorry. .

“wae?

“i dunno. . Maybe. . .

“maybe what?

“maybe i still in love with you too, so i couldn’t call you oppa, because it makes my heart hurt,,”she said like whisper and leave Jaejoong with frown in his forehead

“hey. . Are you say something?” Jaejoong said and walked faster, she grabbed her wrist and turned her to faced him

“Forget it Jae~” she said
“jae? You call me Jae?” he smiled widely

“Jaejoong-a. . . “someone called him

and he loosen her wrist.

“Hyojoo-a. . .” Jaejoong called and they hugged.

Jessica watched them with Jealousy in her eyes.

She nearly to cry, he hurt her heart, she still love him like a milion time ago. But she knows, it was done! Over!
Meanwhile he loves her, he cant ‘mine’ her.

“Sooyeon-a. . .” Jaejoong called

“annyeong. . ” Hyojoo greeted and smile.

Jaejoong cleared her throat.

“she is my girlfriend Han Hyojoo, and Hyoojo this is Sooyeon or Jessica, my hobae and bestfriend~

Jessica POV

“she is my girlfriend Han Hyojoo, and Hyoojo this is Sooyeon or Jessica, my hobae and bestfriend” jaejoong said

yeah, bestfriend~
“a-annyeonghaseo” i greeted and bowed
Jessica POV END

“annyeong” Hyojoo smile widely

“lets walking togather ne? Is it okay for you Sooyeon?” Jaejoong asked while he already hold hyojoo hands.

“n-ne. . ” Jessica said.

They walked happily, not they for 3, but 2, Only Jaejoong and Hyojoo walked happily.

Jaejoong held Hyojoo’s waist when walking.
He is in the middle,,

they bought ice cream, Jaejoong and Hyojoo with their chocolate flavour, and Jessica with her stroberry flavour, in fact she loved chocolate.

Its like Jessica is a third person!
Now they sat on sideriver,, Jessica hold her anger to cry, she so damn Jealous,,

she peeked Jaejoong who played with Hyojoo’s hair.

She open her bag, and texted.
A second later, her phone ringing with the boys ringtone.

“YA! Jung Sooyeon, what the hell you broke my dream just for calling you? What happen. . ” someone said.

“yoboseyo, , ne, waeyo Hara-ya?” Jessica said

“Hara? KARA GO HARA? YA! Jung Babo! Its me Kim Taeyeon,YOUR LEADER! WHAT THE HECK WITH YOU?

“ah ne?? Im sorry hara-ya. .” Jessica said

“Who is it? ” Jaejoong asked
“Hara, my BESTFRIEND” jessica said.

“oh, wae you, your face look so panic?” Hyojoo said with concern face

“a-aniyo,,

“YA! JUNG SOOYEON? Who is that?” Taeyeon shouted

“OH, sorry hara ya. . Ne ne. . I go now. . Ne wait me okay. .

“what the. . . .

Pip
she ended the call,

“im sorry, i should go to hara’s ,e-em.. She had something. . ” Jessica lied

“What is it?” Jaejoong frowned,

” i dunno, she didnt told me,, e. . I go. . Bye

she bowed and walked away from jaejoo place.

When she already far away from Jaejoong,

he texted Taeyeon with apologized, she also said, she didnt comeback this night, she slept on her parents home.
………………………………………………………………………
Jessica stop the taxi and crying silently,

Jessica POV

its done! We. . We just. . . Ugh!
Just forget your past Jung sooyeon, its done,
and he has Hyojoo in his side,
shes kind, cute, beautiful, mature and smart! And YOU? ? Big loser!

Jessica POV END

She text Jaejoong after she arrived.

-please dont give me a chance to love you again ‘key~ and lets didnt appear in each other face in next time, lets forget all about us!!-

“Whos that Jae?” Hyojoo said with curiously

“n-nothing. . ” he smiled.

20th FF/I Already Told You I am Not Gay. Stupid/ Part 15 /H


Jessica POV

I Don’t know why Yunho oppa changed alot,, since that day, he never texted me and called me, he always avoided me when we met in SM Building. He seem like hide something from me.

agh. . It’s killing me out, is he mad on me? ?

NONSENSE, I WAS THE ONE WHO SHOULD BE ANGRY

I waited him and slept on dbsk dorm!! And he make me used Jaejoong oppa Pinky Hello Kitty T-shirt ,,

WHAT THE HELL WITH YOU JUNG YUNHO!!

Jessica POV END

. . .

@ DBSK DORM

Yunho busied with his phone, called someone,

“ne. . . Araso,
“. . . . “
“no. . .
“. . . . “
“yeah. . Just wait until tomorrow. . . Hm. . Ne. .
“. . . . .”
“okkay, tomorrow i’ll met her. . . Gwenchana. .
“. . . . .”
Jaejoong and Yoochun stepped in living room and sat near at Yunho,

“Who is that? ” Jaejoong asked curiously

“ani~ someone? ?” Yunho answered and end his conversation

“a. . . I can smell something fishy here..” Yoochun said and made Yunho glare at him

“fishy what? ” he snapped

“you fishy. . ” Jaejoong joked

“hahaha. . .fishy lovey dovey” Yoochun elbowed Yunho

“what? ?” Yunho blused

“a. . . Sica? ” Jaejoong asked

“non of your business Jae. .

“what? ?

“Shut up Hyung, Yunho hyung get jealous on you. .  Jessica. . Your little sister. Haha

“haha. . . Really? Really Jung Yunho?

“shut up. .

Yunho stood and leave the evil Jaechun

“i’m not jealous pabo!” he murmured

……………………………………………………

Jaejoong texted Jessica, he really missed his Princess

From : JEJE oppa

hi sica :D
From : My PS
hi oppa :*
 

From : JEJE oppa
wha~ ur emoticon so cute. . I want to give you that icon too :*
From : My PS
haha,, we are kissing oppa. . Lol

 

From : JEJE oppa
i hope that’s real :P
 

From : My PS
YOUR WISH! Hahaha

From : JEJE oppa
Soo yeon-a. . .

From : My PS

Hm. . . Wae?
 

From : JEJE oppa
I love You~
 

From : My PS
me too. .
I love you Kim. . . .

Kimchi. . . Haha XD

. . . . .
 

From : My PS
Oppa. . .

. . . . .
 

From : My PS
T.T
 

From : JEJE oppa
Dont cry

From : My PS

are you mad? Im sorry cause my cheesy joke

From : JEJE oppa

hm. . But I love you

From : My PS

Me too my brother..

From : JEJE oppa

You are not my sister,,

From : My PS
what?

From : JEJE oppa

you are my soul,, my other half,

i cant live without you, i wanna be your boyfriend,

i wanna make you happy, i wanna spend my life with you,,
 

From : My PS
T.T

From : JEJE oppa

are you crying?
 

From : My PS
Ne..
 

From : JEJE oppa
Uljima aegiya. .
From : My PS

You shocked me oppa,, stop joking on me XP

From : JEJE oppa

its real Jessica, i’ll wait u until you can accept me. . I love you

From : My PS

oppa. . . Why are you being like this? Why oppa. .

Yunho oppa broke with you?kkk XD

From : JEJE oppa

Stoped with Gay thingy Jessica!

From : My PS

Im sorry T.T

………………………………………….

@ MUBANK

“lets broke up. . ” Yunho said when he met Jessica alone in SNSD waiting Room

“what? ? B. . Broke up?

“yeah. .

“w. .wae oppa? W wae?” Jessica asked and hold her tears.

“i think that’s not working anymore… Sorry…”

23rd FF/Family Outing With Jaesica/PG/5-6


Changmin POV
I smell something fishy here,,
hm.. i wonder about Jaesica thingy…
errr… Just wait until this show ended..
“Changmin oppa… ” Jessica called me
“Ne?”
“Lets pick some cabbage hm….
“Oh.. ne…
She smiled and brought the basket. We walked silently..
i peeked at her,, she look so nervous.. why?
“Sica-a…..
“n..ne?
“Ani… ” i gave her a single smile and we continue our walk until we reached to cabbage field.
we picked some cabbage. a fresh cabbage. hm… its make me hungry.
“Thats enough…” Jessica said
“hm… “
“Kaja….
we walked in the corner of field. she behind me, i walked slowly.
Suddenly..
“Oppa… Heeeeelpppppppp ” She shouted and i looked behind
She fall~
OMO…
“Omo~ ” I run to her and tried to help her.. but fail…
“Oppa….. ottokae… i cant climb…” She started to cry. Omo…Ottokae…
Changmin POV END
………………………………………………………………
“Why they go soooo long…” Jaesuk said with his utensil on his hand
“I dont know, better we looking for them… a… Jaejoong-a…. Could you?
“hm.. ne….
“In cabbage field ne, in west….
“I got it…
……………………………………………………………….
“Hyung.. Help….” Changmin shouted when Jaejoong appear
“wae?….
“Sica….” Changmin pointed where Sica is
“Omo… Sooyeon-a……
Jaejoong tried to helped Jessica, with all his strength.
“Oppa……” Jessica cried and hugged Jaejoong tightly after Jaejoong succesed help her.
“Uljima…” Jaejoong patted her back
She sobbed in Jaejoong embrace.
“Mianhae Sica-a.. i cant help you..” Changmin said sadly
“Aniyo….. thats my fault…” Jessica loosen her hug and bowwed to Jaejoong “Thank you sunbae-nim for safe me…” She said and walked with Changmin.
Jaejoong dumbfounded.
…………………………………………………………………..
“What happened?” Hyori said pointing dirty Jessica
“She fall in Cabbage field…” Changmin answered
“aigoo…. wash your body….” Yejin said and dragged Jessica.
“Omo.. poor my sun…” Sooro said
“Jaejoong-a….. what happening?” Chunhee asked
“She fall.. ” Jaejoong answered shorty.
……………………………………………………………………………………..
LETS PLAY THE GAME
“So now we have to start it excitedly… we are in an empty field right now, so we will bw playing a game in an empty field..” Jaesuk said
“So today is little bit different… Let Jaejoong and Changmin play rock paper scissors… ” Sooro suggested
“Okay, then let’s make decision on the team member…..” Jaesuk added
“Okay..
Changmin and Jaejoong faced eache other
~rock paper scissors~
Changmin Win
“Sooro Hyung…
~rock paper scissors~
Changmin Win
“Yejin Noona…
~rock paper scissors~
Jaejoong Win
“Jongkook Hyung…
~rock paper scissors~
Jaejoong Win
“Sica….

Result :
Changmin Team : Sooro, Yejin, Jongshin, Chunhee
Jaejoong Team : Jongkook, Jessica, Hyori, Jaesuk, Daesung

“Okay… this game 1 vs 1… and captains go first…” Jaesuk said
“I have confident in this race…” Chunhee said and made all of them laughed
“You are clumsy Chunhee…” Sooro said and giggled
“aniyo hyung……
[Game rules : Spin around 10 times, retrieve the bucket and return while carring the bucket]
“the two rivals are going to against each other…”Hyori shouted
“Ready??? Start…” Jaesuk shouted
“Jaejoong hwiting…..” Hyori said
“Changminnie… hwaitiiiiinggggg ” Yejing sang
They spin 10 times… and running… Jaejoong fall because his dizziness
and Changmin run to Yejin and Brought the bucket to his head, Jaejoong started to run… and brought the bucket from Jessica..
“Hurry……” Hyori shouted…”Hurry Jaejoong-a…….
Once again Jaejoong fall…
“Changmin seungri (won)….” Jaesuk said
…………………………………………………………….
AFTER PLAY THE GAME
They cleanup Halmoni’s house before Halmoni and haraboji arrive
“we need to record before Halmoni dan haraboji get here….” Hyori said and hold the microphone
“Hyori fast progess…” Jongshin said
“Shall we start?” Jaesuk asked
“Ne….” They said unison
Jessica Spoke first
“We had a fun time here because of you, halmoni, haraboji, we did everything you asked us to do and even cleaned the house neatly..” She said and smile. “We hope you get here safely soon…”
“We had a great time here.. and stay healthy halmoni.. haraboji…” Jaejoong said

“Wow.. They arrive….” Daesung said
“Annyeonhaseyoooo…” They greeted Halmini and haraboji
“Ne….
“Did you have a fun time ” Jaesuk asked haraboji
“Yes, of course….
They shaked their hands..
“Anyway,,, its time for us to go now…” Jaesuk said
“So, we have to head out, We’re leaving halmoni, haraboji….” Hyori said
Halmoni hugged Jessica suddenly..
“He loves you…” Halmoni said
“Ne?”
Halmoni smiled,
“Bye~ Stay healthy Halmoni… haraboji….” Hyori said and waving
“Annyeong……
They walked out togather…
…………………………………………………………………..
“Your manager said, we went togather to your dorm, he couldn’t pick you up..” Changmin said to Jessica
“Oh.. ne…
they entered the car, Changmin sat beside driver and Jaesica in passanger seat
Jaejoong smiled to Jessica and she smile back
“Its great ne….” Jaejoong said and Jessica nodded
“em… Ne sunbae-nim… ” She said
“Sooyeon-a….” Jaejoong held Jessica hands.
“w.. wae?
“can we go out tomorrow?
“ne??”
“Can we??
Jessica blinked her eyes twice, and nodded
“ne…

27th FF/White Lies/PG/Part 1


Tidak seperti biasa, ruangan keluarga milik keluarga Kim seramai dan seberisik ini. 7 orang berkumpul mengemukakan pendapatnya dan berusaha mempertahankan keinginan diri masing masing.

Kim Sooro seorang pengusaha mapan yang sudah dikenal diseantero jagad Korea selatan dan Jung Yunho partner bisnisnya sedang melakukan pertemuan keluarga guna menjalin hubungan yang lebih erat tidak hanya sekedar partner bisnis, melainkan juga membicarakan tentang partner hidup anak anak mereka.

Ya, mereka anak menjalin ikatan keluarga dengan menikahkan anak mereka Kim Jaejoong dan Jung Sooyeon untuk membuat kerjasama mereka semakin erat.

Kim Jaejoong merupakan anak tunggal dari Kim Sooro yang akan menjadi pewaris satu satunya untuk memiliki perusahaan miliknya. Oleh karena itu, Kim Sooro ingin memilihkan seorang pendamping hidup yang tepat untuk anaknya dan juga pendamping yang bisa membuat perusahaannya nanti semakin berkembang.

Kim Jaejoong, pemuda 20 tahun yang berkuliah ditahun kedua di Seoul University, sementara Jessica Jung, 19 tahun berkuliah ditahun pertama di Inha University.

Mereka tidak saling mengenal, tidak pernah bertemu, dan pastinya mereka saling membenci untuk saat ini.

Mungkin Jessica Jung dapat mengiyakan permintaan ayahnya Jung Yunho untuk menikah dengan anak dari sahabat serta partner bisnisnya dengan mudah, karena ia sangat menyayangi ayah dan ibunya, serta krystal adikya. Namun siapa sangka Kim Jaejoong yang akan menjadi suaminya kelak sangat menentang hal itu dan bersikeras membatalkan semua ini.

“APPA, SUDAH BERKALI KALI AKU KATAKAN, AKU TIDAK AKAN MENIKAH. . . PERSETAN DENGAN SEMUA KERJASAMA BISNIS INI”teriak Jaejoong dihadapan semua orang diruangan itu.

“KIM JAEJOONG, JAGA MULUTMU”ucap Park Yejin ibunya berusaha mendiamkan anaknya yang mulai tampak tidak sopan.

“UMMA,, UMMA HARUS MENGERTI, AKU MASIH MUDA, AKU TIDAK AKAN SANGGUP MENGURUS KELUARGA, MENGURUS ANAK,,, AKU TIDAK MAU. . . “

“JAEJOONG. . Ini demi kebaikan mu”ucap Sooro

“kebaikanku? Apa Appa yakin ini demi kebaikanku? Bukan kebaikan Appa dan perusahaan?

“Kim Jaejoong!..

“FINE, APPA. . . lakukan semua yang appa inginkan, , tapi jangan salahkan aku kalau hal ini tidak akan terjadi seperti apa yang kalian semua inginkan”ucap Jaejoong panjang sebelum meninggalkan ruangan itu.

Keluarga Jung tampak menahan ucapan mereka melihat prilaku Jaejoong yang tidak sopan, namun apa yang bisa mereka lakukan? Toh pernikahan ini sudah dipersiapkan dan keluarga Kim dan Jung telah matang menerima apapun yang akan terjadi kelak, baik dan buruk akan mereka lalui. Penyatuan dua keluarga yang mereka cita citakan, memiliki cucu mahkota itulah yang mereka inginkan.

“eonnie. . .sabar. . “ucap Krystal pelan ditelinga Jessica

Jessica hanya mengangguk pelan dan menatap adiknya dengan wajah bahagia, menyembunyikan perasaannya yang sebenarnya ragu, takut dan mulai menyesal telah menerima permintaan orang tuanya. Dia bahkan berpikiran untuk menolak pernikahan ini seperti yang dilakukan Jaejoong. Namun hal itu tidak akan dilakukannya karena itu akan memperlihatkan bahwa dirinya adalah gadis yang tidak teguh pendirian.

. . . . . . . .

3 bulan kemudian

seperti hari hari sebelumnya, Jessica duduk dimeja makan menunggu Jaejoong memasak sarapan untuk mereka berdua.

Itulah rutinitas yang mereka jalani,, hidup bersama sebagai pasangan suami istri, namun menjalani aktifitas layaknya orang yang tidak saling memiliki ikatan.

Mempersiapkan makanan mereka adalah tanggung jawab Jaejoong karena Jessica tidak bisa memasak, namun sesekali saat Jaejoong telat bangun, Jessica akan memanggang roti untuk mereka berdua.

Mereka tidak pernah bertengkar, karena mereka tidak ingin peraturan yang mereka buat menjadi sia sia, peraturan yang hanya mereka berdua yang tahu.

Disaat orang asing datang ke apartemen mereka,, sebuah sandiwara akan berjalan sendirinya.

Apabila orang asing itu adalah teman Jaejoong ataupun kekasih Jaejoong Hwayoung, Jessica akan beracting layaknya saudara jauh Jaejoong yang baru pindah ke Seoul dan tinggal dengannya. Sedangkan jika teman Jessica yang datang, ia akan memperkenalkan Jaejoong sebagai oppa nya,, Jung Jaejoong, itulah nama yang diberikan Jessica.

Namun tidak ada yang akan tahu sampai kapan kebohongan mereka tentang status asli mereka akan tetap tertutupi.

“ini sarapanmu. . .”ucap Jaejoong menyodorkan sepiring nasi goreng kimchi buatanya untuk sarapan pagi itu.

“gomawo. . .” balas Jessica dan mulai melahap nasi goreng tersebut.

Jaejoong duduk dihadapannya juga melahap sarapan milik nya dengan diam.

Cuma denting sendok dan piring yang terdengar.

“aku sudah selesai. . “ucap Jessica pelan 5 menit kemudian dan berjalan kedapur dan mencuci piring miliknya.

“aku akan pulang telat malam ini…” ujar Jaejoong menyelesaikan makannya dan meletakkan piringnya.

“ok. . “

“kau jangan menungguku seperti hari hari yang lalu. . .

“arraseo,, hm, aku mandi dulu. . Ada jam kuliah pagi ini. . .”ucap Jessica dan meninggalkan Jaejoong didapur.

. . . . . . . . .

Jessica POV

“kau tidak kuliah?”tanyaku saat melihat Jaejoong masih duduk menonton TV diruang tamu mini kami.

Dia menggeleng tanpa mengalihkan wajahnya dari layar TV.

“arraseo. . . Aku pergi dulu Jaejoong-ssi. . .

Aku berjalan menuju rak sepatu dan memakai flatshoe favorite ku.

Huft~ sungguh melelahkan hidup seperti ini. . . Canggung. . . !

. . . . . . . . .

Jaejoong POV

sudah hampir tiga bulan kami menjalani hidup sebagai pasangan suami istri, tapi seperti dugaanku, tidak ada yang special dan menarik. Kami menjalani hidup kami masing masing. Walau kami tidur dikasur yang sama, duduk dimeja makan yang sama, memakan makanan yang sama dan menghirup udara ditempat yang sama.

Dia, Jessica Jung tetap menjalani hidupnya yang aku tidak tahu bagaimana diluar sana, mungkin ia menjalin hubungan asmara dengan lelaki lain seperti aku yang masih menjalin hubungan dengan Hwayoung.

Entah sampai kapan hubungan ini berakhir, apa mungkin suatu saat kami akan saling mencintai dan memutuskan menjalani hubungan normal layaknya pasangan suami istri lainnya? Akankah aku memutuskan untuk melepas Hwayoung dan mencintai Jessica suatu hari nanti? Apakah Jessica juga begitu?

Ah,, sudahlah,, itu tidak perlu terlalu difikirkan,, mungkin beberapa bulan lagi kami akan bercerai dan aku akan senang hati mencari calon istri lain,, atau mungkin Hwayoung akan menjadi istriku.

. . . . . . . . .

Jessica POV

Hari ini Jaejoong akan pulang terlambat,, em, mungkin dia akan kencan dengan kekasihnya itu. Tidak apalah,, toh aku dan dia sepakat menjalani hubungan ini, asalkan umma dan Appa tidak tahu, kami masih aman.

Lebih baik aku pulang saja.. Tampaknya hari mau hujan dan Taeyeon sahabatku tidak kuliah hari ini.

“Jess. . Tunggu. . . “panggil Doojoon saat aku melewati tempat nya berdiri.

Doojoon adalah mantan kekasihku,, ya, mantan! Aku memutuskan mengakhiri hubungan kami 3 bulan yang lalu saat aku dan Jaejoong dijodohkan. Aku mengambil keputusan ini bukan aku tidak mencintai Doojoon lagi, atau aku mencintai Jaejoong, tapi karena aku tidak mau semua pihak tersakiti nantinya.

Aku tidak mau membuat, umma, appa dan Krystal kecewa terhadapku.

Sementara Jaejoong, aku bisa memaklumi dirinya yang masih berhubungan dengan kekasihnya, toh aku tidak memiliki perasaan apa apa terhadapnya.!

“oh. . Oppa. . .”panggilku dan sedikit membungkuk sebagai salam

Doojoon tersenyum dan berjalan mendekat dan mengusap rambut ku. Oh Tuhan, betapa aku merindukan Doojoonku.

“kau sudah makan?”tanya Doojoon lagi. Aku mengangguk.

“kau tampak tambah cantik Jess. . ” ucapnya membuat wajahku memerah karena tersipu malu.

“gomawo oppa. . .”ucapku pelan.

Oh Tuhan, apa aku boleh memeluk Doojoon? Aku sangat merindukan peluk hangat yang dimilikinya. Aku ingin menangis dipelukannya dan menumpahkan semua ini. Aku ingin mengatakan kepada Doojoon bahwa aku sudah tidak sanggup,, aku mau menangis, aku mau mengadu kepadanya.

Tapi aku tidak bisa, aku tidak boleh begini, aku tidak boleh keras kepala dan mementingkan diriku. Bukan hanya aku yang menderita dalam hal ini, Jaejoong pastinya juga sangat menderita.

“Jess. . Kau baik baik saja?”tanya Doojoon tampak heran memperhatikanku yang termenung menatapnya.

“eh.. Mian oppa. . Aku permisi dulu. . Annyeong. . “ucapku berlari meninggalkan Doojoon.

Begitulah setiap kali aku bertemu dengannya. Panggil aku pengecut dan bodoh karena hal ini.

. . . . . . . .

Jaejoong mengendarai lamborghini miliknya menuju rumah Hwayoung. Hari mereka akan berkencan di Lotte World.

Hwayoung sangat suka taman hiburan dan keramaian, sangat berbeda dengan Jessica yang lebih suka kesunyian dan menyendiri.

“oppa. . . “panggil Hwayoung saat mobil Jaejoong sudah didepan rumahnya.

Hwayoung langsung masuk dan duduk dikursi disamping Jaejoong lalu mengecup bibir Jaejoong sekilas.

“bogoshipo. . .”ucapnya manja.

“nado. . “

mobil Jaejoong melaju menuju Lotte world.

Jessica POV

Aku menatap jam dinding diruang tamu. Sudah pukul 10 malam, namun Jaejoong belum pulang. Apa dia tidak akan pulang?

Hm. . Sudahlah. . Lebih baik aku mandi lalu makan. . Perutku sangat lapar.

Oh Jaejoong, pulanglah cepat. . Masakkan aku makanan. .

. . . . . . . . . . . .
Bulir bulir air menghantam tubuh polos Jessica, wangi sabun yang menggelitik hidung membuat pikirannya tenang.

Setelah mandi, Jessica beranjak kedapur dan menuang sereal gandum dan susu dimangkok untuk makan malamnya hari ini.

Namun baru satu sendok, ia telah meletakkan mangkok tersebut di tempat cuci piring dan masuk kekamar tidur.

Jessica tidak suka sereal, namun hanya itu makanan yang bisa dibuatnya malam itu, dia tidak bisa mengolah bahan mentah di kulkas, sedangkan roti yang biasa dibakarnya sudah habis dan ia lupa membelinya.

Jessica memaksakan diri untuk tertidur dalam keadaan perutnya yang lapar.

Matanya terpejam erat dan selimut menutupi tubuhnya hingga kepala.

. . . . . . . . . .

Pukul 01.00 malam Jaejoong pulang. Ia berjalan menuju dapur dan menegak air didalam kulkas.

Saat ingin meninggalkan dapur, matanya menangkap mangkuk penuh sereal di tempat cuci piring.

“apa dia kelaparan?”ucapnya pelan dan berjalan menuju kamar tidur mereka.

Jessica yang sudah terlelap tidak menyadari kepulangan Jaejoong. Dia tidur terlungkup dan badannya masih tertutup selimut.

Jaejoong menyingkap selimut nya dan membuat Jessica langsung terlonjak kaget.

“J-Jaejoong-ssi? ?”ucapnya setengah sadar dan menguap.

“kau lapar??”tanya Jaejoong dan dijawab anggukan oleh Jessica dengan mata tertutup.

“kau mau aku masak sesuatu?”

Jessica mengangguk dan detik berikutnya menggeleng. Dan matanya terbuka lebar menatap Jaejoong.

“kau sudah pulang?”tanya Jessica

“em. . Ayo aku buatkan kau makan. . Kau lapar bukan. .

“tidak usah. . Kau tidur saja. .

“kau belum makan dari siang ?

“sudah,, aku tadi makan sereal. .

“bohong, , cepatlah, biar aku buatkan kau makanan. . .

Jessica menggeleng dan berencana kembali merebahkan dirinya, namun Jaejoong menyeretnya menuju dapur.

“kau duduk disini. . .

Jessica menurut dan memandang Jaejoong yang mulai sibuk memotong motong beberapa sayuran.

10 menit kemudian terhidang Chicken salad dihadapan Jessica.

“gomawo. . .” ucap Jessica.

“em,, aku tidur dulu,, nanti setelah makan, kau tidurlah. . Hm?”

Jessica mengangguk dan Jaejoong meninggalkannya didapur.

Jessica menatap Chicken salad tersebut dan tersenyum.

Namun detik berikutnya ia malah duduk tertidur didapur.

. . . . . . . .

Jaejoong terbangun dari tidurnya dan merasakan tidak ada orang yang tidur disampingnya. Tangannya merapa ruang kosong tempat yang seharusnya di isi oleh Jessica. Jaejoong memutar tubuhnya dan memandangi ruang kosong tersebut lalu bangkit berdiri berjalan menuju dapur.

Seperti dugaannya, Jessica tertidur ditempat ia duduk sebelumnya dengan wajah nyaris menyentuh piring yang berisi Chicken salad.

Jaejoong mengendus berat dan akhirnya menggendong Jessica menuju kamar mereka.

. . . . . . . . . . .

Jessica POV

“ini sarapan mu. . .”ucap Jaejoong memberiku sandwich buatannya sebagai sarapan kami pagi ini.

Sejujurnya aku merasa bersalah,, seharusnya akulah yang mempersiapkan semua ini, namun saat aku mau mempersiapkan makanan untuk kami, selalu saja ada yang salah. Setelah beberapa kali membuat makanan beracun untuk ku dan Jaejoong, akhirnya Jaejoong mau menghandle semua urusan makan.

Namun sesekali aku mempersiapkan roti panggang selai stroberi kesukaannya.

Hm. . .

“Jessica. . .”panggilnya saat aku mulai mengunyah sandwich buatannya yang sangat lezat.

“em?”

“Hwayoung akan kemari nanti sore, apa kau bisa tidak ada dirumah sore ini?”ucapnya pelan namun sukses membuatku terkejut, tapi untungnya tidak membuatku tersedak.

“oke. . “ucapku datar menyembunyikan kekagetanku.

“kau kuliah?”tanyanya lagi

“ia, , dari jam 10 pagi hingga 5 sore,,” dustaku.

Sebenarnya aku hanya ada jam kuliah hingga jam 11, namun aku memutuskan berbohong, kau tentu tahu mengapa.

Ehm, lebih baik nanti sepulang kuliah aku ke perpustakaan saja, atau ke mall, atau jalan jalan keliling seoul, atau. . . Ehm.. Atau aku pergi liburan saja? Ah. . Oia. . . Bukankah besok aku libur kuliah hingga 3 hari kedepan?
. . . . . . . .

Jessica duduk didalam pustaka membaca novel yang baru dipinjamnya tadi. Jam sudah menunjukan pukul 3 sore, namun belum ada tanda tanda ia akan meninggalkan perpustakaan.

Matanya masih menatap novel yang dihadapannya dengan sayu dan sesekali terpejam.

30 menit kemudian ia tertidur dengan novel menutupi wajahnya.

. . . . . . . .

Jessica POV

Aku membuka mataku merasakan seseorang menepuk pundakku berkali kali.

Oh, ternyata aku ketiduran di perpustakaan.

Hari tampaknya sudah gelap,, lebih baik aku pulang,, mungkin Hwayoung juga sudah pulang.

Hm. . . Apa Jaejoong menyisakan makan untukku? Ah. . Kurasa tidak. .

. . . . . .

Jessica memberhentikan mobilnya disebuah restoran cepat saji. Lalu membeli beberapa set makanan lalu melaju menuju apartemen mereka.

Jessica tidak memarkirkan mobilnya dibasement, tetapi didepan apartement.

Setelah masuk keapartement mereka, Jessica lalu menuju ruang tamu, namun ruang tamu sangat sepi,, apartement sangat sepi.

Lalu ia berjalan menuju kamar tidur miliknya dan Jaejoong, lalu membuka pintunya perlahan.

Baru setengah pintu terbuka, Jessica dikejutkan dengan Jaejoong dan seorang wanita tidur diatas tempat tidur. Tubuh Jaejoong yang hanya memakai boxer serta wanita yang tidur tertutup selimut.

Jessica membukam mulutnya agar tidak berteriak, matanya membelalak melihat pemandangan didepannya.

Langkah kakinya refleks mundur perlahan. Dalam keadaan masih syok Jessica keluar dari apartement dan mengurung diri didalam mobilnya hingga pagi tanpa masuk kembali ke apartement.

. . . . . . . . .

Jaejoong terbangun saat matahari sudah mulai terik,, perlahan ia membuka matanya dan menatap Hwayoung yang masih berada didekapannya.

Sontak Jaejoong terduduk, dan menjelajahi Pandangannya kekamarnya. Tidak ada tanda tanda keberadaan Jessica.

Dengan perlahan, Jaejoong bangkit dari tempat tidur dan berjalan keluar, berharap Jessica tidak muncul.

“Jess. . . .”panggilnya sangat pelan, namun tidak ada jawaban.

Setelah memastikan Jessica tidak dirumah, Jaejoong lalu membangunkan Hwayoung dan mengantarnya pulang.
. . . . . . .
Jessica POV

Apa aku ini pengecut? Apa aku cemburu?

Tidak. . Aku tidak cemburu,, aku hanya tidak suka ada orang lain tidur ditempat tidurku.

Aku tidak peduli mereka melakukan hubungan sex, tetapi jangan ditempat ku! Itu membuatku jijik.

Oh Tuhan. . . Apa aku harus berkata jujur kepada Jaejoong tentang hal itu?

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 594 other followers